Kalau Sakit ke Dokter, Bangun Rumah ke Arsitek, Kenapa Membuat Nama Sembarangan?
Kalau Sakit ke Dokter, Bangun Rumah ke Arsitek, Kenapa Membuat Nama Sembarangan? Kalau motor rusak, orang pergi ke bengkel. Kalau sakit, orang pergi ke dokter. Kalau ingin bangun rumah, orang mencari arsitek. Kalau ada masalah hukum, orang mencari pengacara. Kalau ingin mengurus pajak, orang mencari konsultan pajak. Kalau ingin membuat desain, orang mencari desainer. Semua itu dianggap wajar. Karena setiap bidang punya ilmunya. Setiap masalah punya ahlinya. Setiap keputusan besar sebaiknya tidak dilakukan asal-asalan. Tetapi anehnya, ketika bicara soal nama, banyak orang justru membuatnya dengan sangat santai. Nama anak dibuat hanya karena terdengar indah. Nama usaha dibuat hanya karena terlihat keren. Nama brand dibuat hanya karena sedang tren. Nama baru dipilih hanya karena suka bunyinya. Padahal nama bukan barang kecil. Nama adalah identitas yang dipakai setiap hari. Nama dipanggil, ditulis, dikenali, diingat, dan dibawa dalam kehidupan. Jika ha...